Monday, August 24, 2015

Bonek Mendukung 100% Piala Presiden 2015




Sepakbola tidak akan pernah mati. Segala bentuk , cara , dan tempat bermain bola bisa dicari dimanapun kita berada. Bergembira bersama menendang bola.

Saat ini sedang berlangsung turnamen Piala Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh tim transisi melalui EO nya. Sudah berlangsung beberapa partai dan masih saja banyak permasalahan baik di pengelolanya maupun di lapangan. Peserta turnamen ini sebagian besar dari Divisi Utama.

Sisi lain mulai tanggal 30 Agustus 2015 akan dimulai juga turnamen Piala Presiden yang di selenggarakan oleh PT. Liga Indonesia melalui EO PT. Mahaka Sports. Turnamen ini diikuti sebagian besar oleh bekas tim Indonesia Super League.

Dari dua turnamen diatas , untuk Piala Presiden rencananya juga akan di supervisi oleh tim transisi bentukan Kemenpora. Saya melihat saat sedang mengelola turnamen yang diselenggarakan sendiri saja dalam hal ini Piala Kemerdekaan tim transisi masih banyak masalah yang terjadi.

Kejadian-kejadian tentang wasit , dan operator lapangan menjadi hal mencolok. Bahkan yang juga cukup mengganggu adalah tersiarnya berita bahwa match fee setiap pertandingan untuk tiap tim masih belum dibayarkan secara penuh sesuai yang dijanjikan di awal. Ada apa ? Anggaran belum ada ? Atau anggaran sudah ada tapi takut menggunakannya ?

Permasalahan diatas terus akan menggelinding sampai Piala Kemerdekaan selesai , jika tidak di selesaikan secara cepat dan benar makan masalah ini akan jadi bom waktu buat tim transisi. Apalagi mereka juga akan merencanakan Konggres Luar Biasa PSSI.

Di pihak lain Piala Presiden yang rencananya akan di buka di stadion Dipta Bali oleh Bapak Jokowi juga menghadapi hal serius. Apa itu ?

Bonek 100% Dukung Piala Presiden

Seperti saat PT.Liga Indonesia menghentikan gelaran kompetisi lalu , masalah dua klub Arema dan “Persebaya” masih mengganjal. Di Surabaya arek bonek 1927 sebenernya mendukung 100% di gelarnya turnamen Piala Presiden ini.

Diakui atau tidak bonek pun walau tim kebanggaannya masih di perjuangkan tetaplah mengikuti dan menyaksikan pertandingan sepakbola walau sebagian besar mungkin hanya lewat televisi. Jikalau pun ada yang ke stadion mereka hanya menikmati sepakbola bukan mendukung salah satu klub.

Hal lain yang dilakukan arek bonek di stadion adalah menjadikan altar tribun sebagai panggung untuk menyuarakan protes ke berbagai pihak untuk menyelamatkan Persebaya dengan membentangkan spanduk di berbagai stadion di Indonesia.

Masalah bagi arek bonek adalah ketika Tim Transisi , BOPI tetap memberikan rekomendasi kepada Mahaka sebagai EO nya dengan tetap meloloskan tim dengan lain. Sudah dari awal arek bonek mengirim surat ke mereka yang isinya menolak jika ada nama klub yang membawa nama Persebaya beserta semua yang menempelnya dalam hal ini logo klub.

Logo klub yang dipakai timnya Pak Gede adalah logo milik Persebaya Surabaya. Dan nama Persebaya sendiri masih dipersengketakan di Pengadilan Negeri Surabaya , masih dalam proses persidangan. Tentu saja dengan hal tersebut bonek sudah sewajarnya menggugatnya. Bukan menolak turnamen tersebut tapi mempermasalahkan klub membawa nama dan logo Persebaya. Sederhana.
Tanggal 20 Agustus 2015 tersiar berita bahwa nama yang mau ikut turnamen Piala Presiden sudah berganti menjadi Persebaya United. Cukup mengagetkan dan menggelikan . Secara nama sudah berubah akan tetapi tetap menempel nama Persebaya. Sedang logo yang dipakai masih logo yang lama.

Semua terlihat dari media promo di twitter @IndosiarID dan @PialaPresidenID semua masih menampilkan nama Persebaya dengan logo lama.

Reaksi Bonek

Setelah mendengar kabar tersebut arek bonek 1927 segera merapatkan barisan untuk menyikapi hal tersebut. Hal ini juga semakin dipanaskan oleh ungkapan petinggi Mahaka bahwa mereka mengabaikan bonek untuk terus maju dengan rencana mereka.

Hari ini 24 Agustus 2015 bonek akan berkirim dua surat. Satu surat pemberitahuan aksi kepada kapolda Jatim , Polrestabes Surabaya bahwa bonek akan melakukan aksi unjuk rasa di berbagai tempat yang merupakan anak bisnis dari Mahaka Grup yang berada di Surabaya.

Beberapa anak usaha yang akan dijadikan tempat menyampaikan pendapat tersebut antara lain , Hanamasa , Republika , Astra International , Pronto , Elektronic City ,Gen FM dan lainnya. Ijin yang akan  diajukan langsung 3 hari tanggal 28 – 30 Agustus 2015.

Surat kedua adalah ditujukan kepada Mahaka Grup selaku EO yang menyatakan bahwa Arek Bonek menolak Piala Presiden jika masih mengikutsertakan klub nya Pak Gede jika masih menggunakan embel-embel nama Persebaya dan logonya.

Untuk supporter klub lain , bonek meminta maaf , bukan bermaksud menggagalkan perayaan sepakbola itu sendiri. Bonek hanya menginginkan nama dan logo Persebaya tidak digunakan di turnamen apapun saat masalah unternal kami di pengadilan belum selesai.

Seperti pernah saya tulis sebelumnya , akan menjadi solusi yang mujarab kalau pak Gede logowo dan berbesar hati untuk mengganti nama dan logo nya untuk kelancaran turnamen tersebut. Saling menghormati dan menghargai.

Ini masalah nama sebuah kebanggaan dan sejarah yang besar , untuk bonek layak dan wajib diperjuangkan. Bukan sekedar gebyar sepakbolanya , ini lebih dari sekedar sepakbola.

Bonek mendukung penuh perhelatan turnamen Piala Presiden 2015 ini dengan catatan tidak mengikutsertakan nama dan logo Persebaya baik yang lama maupun yang baru.

Bagaimana Bung Hasani Abdul Gani CEO Mahaka Sports ? 

Salam Satu Nyali.


No comments:

Post a Comment