Monday, August 10, 2015

Surat Terbuka buat Bapak Gede Widiade


Pak Gede Widiade yang terhormat ,

Saya nulis surat ini biar kayak kekinian membuat surat terbuka tentang unek-unek di kepala saya. Pak Gede , saya sangat mengerti bapak itu sangat “mencintai” sepakbola. Bapak yang mengaku arek Wonokromo selalu mengatakan “aku yo bonek”.

Kecintaan bapak sudah tidak diragukan lagi , sejak bapak ditunjuk oleh Saleh Imail Mukadar dan Cholid Ghoromah untuk memegang PT.Pengelola Persebaya Indonesia saat itu. Dengan berjalannya waktu dan berbagai suka dukanya bapak selalu bilang berkorban untuk sepakbola dengan iklas.

Masih sangat inget saya omongan dan statemen bapak di Hotel Simpang saat ada diskusi menyelamatkan Persebaya. Bapak sebagai pengusaha yang katanya sukses di Jakarta dengan gagah berani mengatakan saya telah berkorban untuk Persebaya dengan harta benda.

Pak Gede yang berhati mulia ,

Seiring berjalannya waktu posisi bapak sekarang ada di tim dimana tim tersebut sangat berbeda dengan yang dulu bapak kelola dengan gagah perkasa. Sebelum masuk tim sekarang bapak dengan bala kurawa dan pandawa nya berhasil “memiliki” dan “mengelola” sebuah tim di Kota Mojokerto.

Saat ini tim yang bapak kelola akan mengikuti sebuah turnamen yang diselenggarakan oleh PT. Liga Indonesia bertajuk Piala Presiden . Sebelumnya nama turnamen ini akan bernama Piala Indonesia Satu. Entah kenapa berganti nama. Mungkin habis buat bubur abang .

Pak Gede yang gagah perkasa ,

Bapak tau selama tim yang bapak kelola bermain di Surabaya kurang mendapatkan tempat di hati mayoritas bonek yang ada. Stadion hamper kosong bahkan saat tiket masuk di bagi-bagi ke masyarakat bahkan di “bagi” juga ke “sponsor”.

Bapak dengan pede nya memberi keterangan pers yang mengatakan bahwa tim bapak sekarang sudah diakuisisi oleh perusahaan bapak 100%. Artinya tim itu sudah milik bapak sendiri. Ok pak itu betul memang tim yang dimiliki dan dikelola oleh bapak.

Tapi pak , yang menjadi semacam ngganjel di saya adalah nama klub yang bapak kelola kenapa tidak ganti saja dengan misalnya Wonokromo FC , Rujak Cingur FC , Lontong Balap FC , atau bahkan bapak bisa hidupkan kembali seperti Niac Mitra , Mitra Surabaya tentu saja juga harus ijin pemilik lama kalau pakai itu.

Atau bapak membuat klub baru sebagaimana banyak kota dimana ada lebih dari satu klub. Kalau itu bapak lakukan saya yakin akan punya basis pendukung sendiri di kota Surabaya ini. Surabaya sudah punya pengalaman punya klub selain Persebaya.

Pak Gede yang bijaksana ,

Sebelum bergulirnya Piala Presiden saya berharap bapak membaca surat saya ini , saya yakin sebagai arek Wonokromo asli bapak tau karakter dan nyali arek Suroboyo. Bapak sebagai kelahiran Tuban mestinya juga bertindak dan berpribadi layaknya Ronggolawe yang ksatria. Bapak akan lebih terhormat mengurus rakyat saja sebagai wakil rakyat di DPR. (Jadi anggota dewan khan ?)

Untuk itu pak , segerakanlah membuat bancaan, selametan, tumpengan dan bubur merah putih , senyampang bulan Agustus ini buat nama klub baru bapak , sayembarakan kalau kesulitan tentunya bareng logo klub barunya nanti.

Saya akan ikut sayembara itu , pokoknya kalau menang saya gak akan ambil hadiahnya , biar hadiahnya besar bisa buat bayar tagihan para pemain saat bapak mengelola Persebaya .


Salam Satu Nyali 

1 comment:

  1. Pak Gede yang terhormat, dapet salam pak dari Andi Darussalam Tabussala.
    Katanya di atas langit masih ada banyak langit lagi pak, 7lapis malahan.
    Salam Satu Nyali

    ReplyDelete