Monday, March 18, 2013

Persebaya tanpa legiun asing ? Wani !


Konggres Luar Biasa PSSI telah berakhir kemarin Minggu 17 Maret 2013 yang semua keputusannya sudah kita ketahui bersama. Hal yang lain kompetisi Liga Prima yang sudah berjalan dan rata-rata klub telah bermain tiga kali akan segera bergulir lagi tak terkecuali Persebaya Surabaya.

Setiap game yang telah dilangsungkan tiap klub biasanya bisa dilihat gambaran formasi ideal dan susunan pemain utama yang akan dijalani di musim ini. Persebaya Surabaya dalam tiga laga awal memainkan komposisi yang hampir sama yaitu 4-3-3 .
Formasi di laga awal melawan Bontang FC 24 Februari 2013 di Gelora Bung Tomo menampilkan susunan :


Dengan komposisi diatas dan bertindak sebagai tuan rumah bermain agresif dan menghasilkan lima gol tanpa balas yang di borong oleh Karlovic dan Feri A masing-masing dua gold an satu gol lagi oleh Andik Vermansah. Feri Ariawan baru masuk sebagai pemain pengganti menit ke 65 menggantikan Yusuf Hamzah dan mendorong Mat Halil ke posisi belakang.

Formasi dan susunan pemain sama persis kembali di terapkan Ibnu Grahan sebagai pelatih kepala saat away ke tim promosi PSIR Rembang di stadion Krida Rembang 2 Maret 2013. Dengan optimisme tinggi pelatih berharap bisa membawa hasil yang positip dari Rembang. Tapi tuan rumah yang sebelumnya mengalahkan Persema Malang dengan Cristian Lenglolo masih jadi target man tunggal, disokong gelandang mobile macam Chanif Muhajirin, Ranu Tri Sasongko dan Zaenal Arifin. Kande Lansana, pemain asal Guinea, menjaga benteng pertahanan bersama Abdul Latif, Joned, serta Heru Wibowo dan gelandang  berpengalaman Epala Pello Benson berhasil menahan ambisi Persebaya dengan hasil 0-0.

Pertandingan ketiga Persebaya adalah away ke Malang 6 Maret 2013 melawan tuan rumah Persema di stadion Gajayana Malang. Disini ada beberapa perubahan komposisi pemain oleh Ibnu Grahan walau secara formasi masih tetap dengan dasar 4-3-3.

Berikut susunan dan formasi tersebut :



Kita tahu setiap laga melawan tim Malang selalu alot dan sudah lama Persebaya tidak mampu membawa pulang poin baik saat melawan Persema maupun Arema. Tapi kali ini tim ini berhasil membawa pulang tiga poin melawan pasukan muda Bledek biru lewat gol tunggal penyerang bernomor #10 di menit ke-10 yang menjadikan skor akhir 0-1 untuk kemenangan tim tamu.

Dalam tiga game diatas Persebaya masih bisa diperkuat legion asingnya Goran Ganchev , Karlovic dan Soller ,sementara untuk NKong belum bisa turun karena masalah administrasi ITC belum beres. Untuk game berikutnya yaitu partai home di Surabaya ( kalau ada/dapat ijin pihak keamanan) 26 Maret 2013 Persebaya akan menjamu tetangga lain yaitu Persibo Bojonegoro ,tim yang juga masih banyak masalah internal dan baru saja dibantai 7-0 di Solo di AFC Cup oleh tim New Radiant dari Maldives.
Masalah timbul di game selanjutnya semua pemain asing tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning dan kartu merah,otomatis Ibnu Grahan harus meracik ulang komposisi standar yang akan dimainkan. Dengan materi yang sebenarnya tidak jauh berbeda dan rasa saling mengerti diantara mereka yang baik Ibnu Grahan akan lebih mudah meraciknya. 
Berikut prakiraan susunan dan formasi tanpa pemain asing yang bisa di coba :


Perubahan pertama sudah dicoba di posisi kiper Dedi Iman sudah sangat terbukti mampu menjaga gawang sejauh ini masih belum kebobolan alias Clean sheet . Sebagai pengganti Goran pastinya akan dipasangkan Revelino berduet dengan Fasta. Revelino selama ini menjadi pemain inti pasangan ideal Dutra dan sekarang tergantikan oleh Fasta. Menarik lihat dua pemain muda berpasangan ini yang bisa jadi akan menjadi duet masa depan Persebaya.

Diposisi wing tetap memasang kapten Erol di kiri dan Yusuf Hamzah di kanan, sementara Halil bisa diistirahatkan atau disiapkan sebagai pengganti pemain tengah. Posisi tengah yang ditinggal Karlovic akan ditempati oleh Rendi Irwan dengan menggeser Taufik lebih kedalam berdampingan dengan Jusmadi dan disisi kiri ada Feri Ariawan ataupun Halil.

Posisi di depan empat pemain tengah bisa ditempatkan Andik V sebagai pemain bebas di belakang striker yang ditempati Aris “sinchan” Alfiansah sebagai pengganti Soller. Dengan formasi 4-4-1-1 disini duet Taufik – Jusmadi akan menjadi kunci alur bola dan benteng pertahanan pertama sebelum langsung berhadapan dengan duet bek tengah Fasta-Revelino.

Ujian Persebaya tanpa pemain asing akan dimulai saat melawan Persibo nanti dengan catatan NKong masih belum beres ITC nya,bila sudah ada maka dia bisa berpeluang main menggantikan Jusmadi. Melihat keadaan Persibo yang masih belum solid rasanya dimanapun nanti main Persebaya tetap akan meraih tiga poin.

Harapan lain bonek masih bisa melihat game ini dimanapun Persebaya akan bermain. #wani

Wednesday, March 13, 2013

I Believe Dreams Come True : Mimpi Seorang Bonek


A dream doesn't become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work – Colin Powell

Setiap manusia dilahirkan dipastikan bila menginjak anak-anak selalu mempunyai keinginan ataupun impian yang ada dalam pikirannya. Ya impian sesuatu hal yang membuat setiap manusia melangkah dan melakukan sesuatu untuk menuju dan mencapai impian tersebut dengan berbagai macam cara dan jalan yang dilakukan.

Pernyataan seorang mantan pejabat tinggi militer Amerika diatas sedikit menjelaskan bahwa impian tidak akan menjadi kenyataan yang dilakukan seperti sulap , akan tetapi dicapainya dengan tekad keringat dan kerja keras.

Sebagai seorang seporter sepakbola dari klub kebanggaan saya yaitu Persebaya Surabaya saya pun mempunyai banyak impian untuk membuat klub ini mewujudkan impian saya ini. Hidup disaat arus informasi dan media online yang begitu cepat membuat impian saya menggunung dan semakin tinggi. Semua juga diakibatkan rasa cinta dan memiliki saya ke Persebaya yang begitu kuat . Sebelum menuliskan mimpi ini saya akan menduga dan yakin akan ada beberapa pendapat yang mengatakan saya gila , tidak masuk akal dan terlalu berkhayal, walau pasti ada sedikit juga yang punya impian seperti saya .

Beruntung sebelum saya gila sendiri memikirkan impian ini ada beberapa teman bonek yang mau diskusi dan menerima celotehan saya ini walaupun mungkin teman saya juga bingung. Biar saya tidak bertambah gila berikut beberapa impian saya untuk Persebaya ku tercinta :

1. Persebaya Building

Klub mempunyai gedung tersendiri yang dikelola langsung oleh PT.Pengelola Persebaya Indonesia dan dimiliki oleh PT.Persebaya Indonesia . Di gedung ini selain sebagai sekretariat klub juga sebagai kantor pusat manajemen klub untuk menjamu klien dalam hal ini pihak sponsor dan vendor lain yang bekerjasama dengan klub. Di gedung ini pula ada Fans Shop sebuah took resmi yang menjual berbagai macam merchandise orisinal klub di gandeng dengan coffe shop sebagai tempat ngumpul , diskusi ,temu dengan pemain dan lainnya. Dibuilding ini pula di lantai atas bisa dilengkapi dengan apa yang saya sebut sebagai “ Persebaya TV” dan “ Radio Persebaya” sebagai media resmi terkait klub dan seporternya.
2.  Training Ground dan Museum Persebaya

Sebuah klub yang professional selayaknya memiliki area latihan yang representative juga yang bisa membuat semua pemain dan staf pelatih merasa nyaman dalam berlatih. Komplek ini nantinya dimiliki Persebaya dengan fasilitas modern seperti lapangan latihan , Lapangan sintetis indoor ,kolam renang,ruang gym,sport science,Bis team, bahkan ada semacam gedung entertainment yang digabung dengan mess pemain. Disini pula bisa dijadikan salah satu ruangan menjadi museum tempat menyimpan semua memorabilia sejarah panjang Persebaya yang ditata sedemikian rupa sehingga dengan sendirinya barang itu bisa menceritakannya sendiri. Komplek ini nanti bisa “dijual” ke seporter klub atau masyarakat umum yang mau berkunjung dengan tajuk “ Persebaya Tour” dengan titik awal dan akhir tour dari Persebaya Building yang disitu nanti di akhiri dengan maksud peserta tour membeli berbagai macam souvenir klub di Fans Shop tadi.

3.  Tiket Box dan Sistem Zona Tiket

Musim 2011/2012 Persebaya telah memulai penjualan tiket dengan model tiket box dan online yang bekerja sama dengan kurang lebih 10 tempat. Ini sudah sangat baik dan perlu dikembangkan lagi dengan berbagai inovasi untuk lebih member kenyamanan dan ketertarikan seporter membeli di tiket box. Sayang musim ini 2013/2014 sistem tiket box dihilangkan oleh manajemen klub yang saya sampai sekarang belum dapat jawaban kenapa sesuatu yang baik tidak diteruskan. Kembali ke impian saya jika tiket sudah memakai tiket box lagi, maka system zona tiket di dalam stadion seharusnya mulai diterapkan. Selama ini yang sudah ada itu hanya VIP,Utama dan Ekonomi. Mimpi saya untuk yang Ekonomi bisa di bagi sektor Timur,Utara dan Selatan. Secara pandangan tribun timur itu sama dengan VIP seharusnya tiket lebih diatas yang Selatan atau Utara dan di bawah harga tiket Utama. Yang berikutnya adalah system tiket terusan baik VIP,Utama dan Ekonomi dengan fasilitas proposional. Tidak perlu malu mencontoh klub lain. Impian saya pemilik tiket terusan VIP mendapatkan jersey home/away beserta tanda tangan seluruh pemain dan berkesempatan foto bareng seluruh pemain klub , untuk Utama bisa diberi souvenir orisinal klub dan bertemu dengan pemain sehabis game secara bergantian di setiap laga home. Untuk Ekonomi mendapatkan souvenir orisinal juga.

4.  Media online / web dan Social Media

Sebagai klub besar dan prestasi hebat sangat janggal kiranya Persebaya tidak mempunyai sebuah situs web resmi dimana media itu bisa memuat berbagai informasi resmi klub baik tentang pemain,official dan perkembangan klub baik di lapangan ataupun diluar lapangan. Begitu juga bisa dipakai sebagai media atau tampilan berbagai macam sponsor yang bekerjasama dengan klub. Selain tempil di jersey klub dan semua apparel klub logo sponsor bisa tampil 24 jam di situs resmi klub,. Ini akan sangat menarik investor apalagi kalau tingkat kunjungan web per harinya sangat tinggi,ini potensi besar yang belum dimanfaatkan dan menjadi impian saya selama ini. Untuk sesuatu yang cepat dan pendek bisa memanfaatkan jejaring social twitter seperti yang banyak dilakukan klub besar dunia bahkan klub lokal Indonesia. Dan media ini dikelola secara professional bukan asal punya dan sambilan saja. Situs dan akun twitter nanti juga bisa dipakai sebagai toko online yang melayani pembelian merchandise resmi secara online.

Ya inilah sebagian mimpi saya akan Persebaya ke depan.  Semua orang pasti punya mimpi, tapi hanya orang-orang tertentu yang mampu membawa mimpinya itu menjadi nyata, merekalah orang yang fokus, tak kenal menyerah dan mau terus belajar ke semua pihak baik dengan membaca,berguru ataupun inovasi sendiri. Dan merekalah yang akan membuat perubahan besar yang revolusioner dan penuh kreatifitas dan penuh dedikasi di bidang yang dikuasainya untuk mewujudkan impian besar menuju kenyataan.

Diperlukan kesabaran dan keuletan mewujudkan mimpi ini dan saya akan memulainya semampu saya dan saya siap membantu sesuai kemampuan saya untuk mimpi saya ini. Ini mimpi besar yang hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras secara bersama – sama seluruh stakeholder Persebaya dan mencintai Persebaya secara utuh.

Dengan semangat Satu Bonek Satu saya yakin impian saya akan terlaksana walau nanti mungkin saya sudah tidak ada setidaknya saya pernah menuliskan impian saya ini agar dibaca anak cucu kita nanti.

Untuk penutup ada satu ungkapan yang saya lupa entah dari mana “manusia tanpa impian, adalah jasad tanpa kafan”

Persebaya Emosi Jiwaku

Monday, March 11, 2013

Persebaya : Ajining Raga Saka Busana


“Ajining Raga Saka Busana” artinya kira-kira begini seseorang akan kelihatan gagah, tampan atau berwibawa, cantik dan lain-lain karena berbusana dengan benar, artinya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan tempat.Berbusana yang baik tidak harus dengan pakaian yang bagus-bagus dan berharga mahal, tapi yang penting bersih, rapi dan sesuai.

Melihat setiap game yang diadakan DBL baik itu untuk level SMA maupun SMP mata kita selalu fresh dan segar dengan rapinya dress code yang mereka gunakan baik itu pemain ataupun official. Keberhasilan DBL mengelola kompetisi ini yang akhirnya membuat Perbasi mempercayakan pengelolaan liga basket professional NBL Indonesia dikelola oleh pihak DBL.

Disini saya tertarik dengan satu hal yaitu tentang aturan atau regulasi pakaian di dalam dan di luar lapangan yang rapi dan secara konstan diterapkan secara ketat disertai dengan hukuman bila ada yang melanggar. Faktor pakaian memang bukan satu-satunya yang bisa membuat suatu klub secara teknis berprestasi tapi dilihat secara organisasi ini mencerminkan suatu karakter mentaati aturan yang diterapkan oleh operator liga ataupun aturan klub.

Kembali ke sebuah klub sepakbola menurut saya tidak ada salahnya mencontoh apa yang dilakukan NBL untuk hal ini. Sebagai klub yang professional semestinya hal ini tidak sulit dilakukan hanya kemauan klub dan pengelola saja menerapkan aturan ini ke pemain dan official masing-masing.

Hari ini di akun twitter @ELJA_kaskus tadi kita disuguhi berita tentang launching sebuah tim bersama jersey barunya PSS Sleman. Disitu saya melihat walau hanya lewat akun tersebut para pemain dan official PSS memakai polo shirt warna marron . Karakter sebuah tim memang secara tidak langsung juga bisa dilihat dari cara mereka berpakaian dan menampilkan diri di depan masyarakat dan media.

Persebaya sebuah tim dengan prestasi besar di masa lalu justru dalam hal ini belum melakukan apa yang telah PSS Sleman lakukan , tidak ada salahnya lebih baik terlambat daripada tidak melakukan sama sekali mencontoh sesuatu yang baik untuk diterapkan ke dalam tim. Selama ini terlihat setiap kali Persebaya tour keluar para pemain ataupun official tidak memakai identitas diri yang mencerminkan suatu klub besar dengan pengelolaan baik dan mencitrakan diri dengan baik. Menurut opini saya tahap awal Persebaya memiliki training kit dan polo kit selain match kit. Polo kit ini yang harus digunakan sewaktu kegiatan diluar lapangan untuk sebuah citra klub.

Bila memang pihak mitre dalam hal ini yang mensuplai jersey tidak menyediakan maka pihak klub bisa membuat sendiri dengan vendor lain yang bisa dipasang juga berbagai sponsor yang bisa menjadi pemasukan buat klub. Selama ini yang penulis lihat pemasukan klub hanya dari tiket saja… sangat memprihatinkan untuk sebuah klub dengan sejarah besar.

Bila telah ada maka semua pemain dan official wajib memakainya di waktu yang telah ditentukan misalnya saat makan bersama,kunjungan ke luar dll. Bila ada yang melanggarnya maka manajemen wajib menegakkan aturan misalnya memotong gaji mereka. Aturan ini diterapkan juga untuk disiplin semua dan citra atau brand sebuah klub dan pemain itu sendiri.

Penggunaan seragam ini memang hanya sebagian kecil tentang suatu klub tapi apabila diterapkan penulis yakin akan berdampak yang sangat besar bagi klub , pemain dan bahkan seporter klub ini. Rasa kepercayaan diri dan karakter yang semakin kuat akan ada dan terjaga untuk sebuah kebanggaan klub bernama Persebaya.

Langkah pertama untuk hal baru dan baik selalu berat tapi tidak melangkah adalah sesuatu harus dihindari....wani