Tuesday, March 5, 2013

Saatnya Meraih Poin di Malang


Malang … saat menyebut kota di sebelah selatan ini kita akan selalu menyebut sebagai kota tujuan wisata alternative bagi penduduk Surabaya , di Malang pula terdapat kota administratif yang sangat terkenal yaitu Kota Batu. Selain apel sebagai komoditi agrobisnis utama ada daerah pegunungan yang dingin membuat wilayah itu sangat nyaman untuk liburan akhir pekan warga kota Surabaya.

Malang..selain itu untuk dunia olahraga warga Surabaya akan selalu menyebut klub Arema dengan Aremania-nya sebagai rival yang asik dan membuat adrenalin meningkat kala Arema bertemu Persebaya. Selain ada Arema di Malang sendiri ada klub Persema yang besok 6 Maret 2013 akan menjamu Persebaya dalam lanjutan kompetisi Liga Prima di game ketiga.

Ada perbedaan tensi pertandingan yang sangat jauh beda jika Persebaya bertemu Persema jika dibandingkan dengan Arema. Akan tetapi sejarah selalu mencatat Persebaya dengan Persema pun selalu berlangsung ketat. Musim lalu game pertama 12 Feb 2012 di Tambaksari saat itu berimbang 0 – 0 dalam pertandingan yang ketat. Saat game kedua di Gajayana 22 April 2012 berakhir dengan 2 – 1 untuk kemenangan tuan rumah.

Game kedua itu berlangsung penuh kontroversi dipimpin wasit Muchlis Ali Fatoni yang mengeluarkan dua kartu merah buat Mat Halil menit 20 dan Erol Iba menit 45 (akumulasi KK menit 7). Pertandingan berlangsung keras dan menjurus kasar apalagi tidak ada siaran televisi. Persebaya sempat unggul cepat melalui Mat Halil menit 13 dan bertahan hingga babak pertama. Memasuki babak kedua Persebaya hanya dengan 9 pemain berusaha bertahan total dan sesekali melakukan serangan balik akhirnya dibobol juga di menit 85 oleh Reza Mustofa  dan 93 oleh M.Kamri !! Tambahan waktu yang sangat lama hal ini yang dikeluhkan pelatih Divaldo Alves saat itu selain keputusan lain wasit yang tidak benar.

Kini memasuki musim 2013 banyak perubahan terjadi di kubu Persema dengan mayoritas pemain muda mereka mencoba akan mengulangi kemenangan musim lalu menghadapi tim yang secara materi tidak banyak berubah dari musim lalu. Menarik juga adalah Asisten Manager Persema saat ini adalah Dito Arief yang musim lalu masih ada di dalam manajemen Persebaya. Melihat rekor kandang terakhir kedua tim secara kebetulan lawannya sama Bontang FC , Persebaya menang 5 – 0 dan Persema menang 4 – 1 dan rekor tandang vs PSIR ,Persebaya seri 0 – 0 Persema kalah 2 – 3 setelah sempat unggul dua gol di babak pertama.

Persema kehilangan ikon Irfan Bachdim yang pidah ke Chonburi Thailand dan Bima Sakti yang ke Persepar Palangkaraya akan tetapi mereka masih punya Kim Kurniawan yang mencetak satu gol saat lawan Bontang FC dan Dodit Fitrio eks Persebaya juga yang telah mengemas dua gol selama ini bersama Pandi Widiarto.

Secara pengalaman dan materi semestinya Persebaya tidak akan menemui kesulitan minimal meraih satu poin akan tetapi mereka juga inget menghadapi PSIR yang notabene tim promosi hanya meraih satu poin. Apalagi seperti dikatakan Ibnu Grahan banyak pemain kelelahan sehabis away ke Rembang dan hanya punya waktu pemulihan yang pendek. Seperti yang sudah dirilis di media Persebaya juga tidak membawa kiper utama mereka Endra Prasetya dikarenakan sakit lambung. Jadi sepertinya komposisi pemain tidak banyak berubah di starter kecuali pos penjaga gawang yang akan dipercayakan ke Dedy Iman yang juga mantan pemain Persema.

Diantara 18 pemain yang dibawa ke Malang selain Dimas Galih sebagai kiper ada beberapa pemain yang segar secara fisik karena itu jika pelatih melihat pemain yang kelelahan bisa dilakukan rotasi. Mereka adalah Dany Saputra dan Revelino Ardiles di sector belakang , Aulia Ardi di tengah dan Aris “sinchan” Alfiansah untuk bergantian dengan Soller yang di dua game belum mencetak gol.

Dan sekali lagi yang tidak bisa dilupakan adalah dukungan bonek. Nah di Malang ini sangat menarik karena secara “resmi” biasanya panpel dan petugas keamanan akan “mengusir” bonek kembali ke Surabaya sebelum memasuki wilayah Kabupaten Malang. Walaupun secara sembunyi akan banyak bonek dengan tanpa atribut ada di dalam Gajayana. Saya ga perlu membahas ini karena semua sudah tau kenapa hehehe….

Alangkah asiknya kalau ada TV lokal yang bisa membuat siaran langsung derby Jatim ini sehingga kita (bonek) bisa melihat dan memberi support secara tidak langsung lewat televisi dan satu lagi kita semua bisa lihat apakah kualitas wasit sudah membaik atau tetap seperti musim kemarin…..


Kami Haus Gol Kamu …… P E R S E B A Y A ….

*sumber foto : google

No comments:

Post a Comment