Monday, March 11, 2013

Persebaya : Ajining Raga Saka Busana


“Ajining Raga Saka Busana” artinya kira-kira begini seseorang akan kelihatan gagah, tampan atau berwibawa, cantik dan lain-lain karena berbusana dengan benar, artinya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan tempat.Berbusana yang baik tidak harus dengan pakaian yang bagus-bagus dan berharga mahal, tapi yang penting bersih, rapi dan sesuai.

Melihat setiap game yang diadakan DBL baik itu untuk level SMA maupun SMP mata kita selalu fresh dan segar dengan rapinya dress code yang mereka gunakan baik itu pemain ataupun official. Keberhasilan DBL mengelola kompetisi ini yang akhirnya membuat Perbasi mempercayakan pengelolaan liga basket professional NBL Indonesia dikelola oleh pihak DBL.

Disini saya tertarik dengan satu hal yaitu tentang aturan atau regulasi pakaian di dalam dan di luar lapangan yang rapi dan secara konstan diterapkan secara ketat disertai dengan hukuman bila ada yang melanggar. Faktor pakaian memang bukan satu-satunya yang bisa membuat suatu klub secara teknis berprestasi tapi dilihat secara organisasi ini mencerminkan suatu karakter mentaati aturan yang diterapkan oleh operator liga ataupun aturan klub.

Kembali ke sebuah klub sepakbola menurut saya tidak ada salahnya mencontoh apa yang dilakukan NBL untuk hal ini. Sebagai klub yang professional semestinya hal ini tidak sulit dilakukan hanya kemauan klub dan pengelola saja menerapkan aturan ini ke pemain dan official masing-masing.

Hari ini di akun twitter @ELJA_kaskus tadi kita disuguhi berita tentang launching sebuah tim bersama jersey barunya PSS Sleman. Disitu saya melihat walau hanya lewat akun tersebut para pemain dan official PSS memakai polo shirt warna marron . Karakter sebuah tim memang secara tidak langsung juga bisa dilihat dari cara mereka berpakaian dan menampilkan diri di depan masyarakat dan media.

Persebaya sebuah tim dengan prestasi besar di masa lalu justru dalam hal ini belum melakukan apa yang telah PSS Sleman lakukan , tidak ada salahnya lebih baik terlambat daripada tidak melakukan sama sekali mencontoh sesuatu yang baik untuk diterapkan ke dalam tim. Selama ini terlihat setiap kali Persebaya tour keluar para pemain ataupun official tidak memakai identitas diri yang mencerminkan suatu klub besar dengan pengelolaan baik dan mencitrakan diri dengan baik. Menurut opini saya tahap awal Persebaya memiliki training kit dan polo kit selain match kit. Polo kit ini yang harus digunakan sewaktu kegiatan diluar lapangan untuk sebuah citra klub.

Bila memang pihak mitre dalam hal ini yang mensuplai jersey tidak menyediakan maka pihak klub bisa membuat sendiri dengan vendor lain yang bisa dipasang juga berbagai sponsor yang bisa menjadi pemasukan buat klub. Selama ini yang penulis lihat pemasukan klub hanya dari tiket saja… sangat memprihatinkan untuk sebuah klub dengan sejarah besar.

Bila telah ada maka semua pemain dan official wajib memakainya di waktu yang telah ditentukan misalnya saat makan bersama,kunjungan ke luar dll. Bila ada yang melanggarnya maka manajemen wajib menegakkan aturan misalnya memotong gaji mereka. Aturan ini diterapkan juga untuk disiplin semua dan citra atau brand sebuah klub dan pemain itu sendiri.

Penggunaan seragam ini memang hanya sebagian kecil tentang suatu klub tapi apabila diterapkan penulis yakin akan berdampak yang sangat besar bagi klub , pemain dan bahkan seporter klub ini. Rasa kepercayaan diri dan karakter yang semakin kuat akan ada dan terjaga untuk sebuah kebanggaan klub bernama Persebaya.

Langkah pertama untuk hal baru dan baik selalu berat tapi tidak melangkah adalah sesuatu harus dihindari....wani 




No comments:

Post a Comment