Tuesday, June 18, 2013

Persebaya semakin renta ...






Umur manusia rata-rata di Indonesia di seputaran 60 – 80 tahun . Diusia seperti itu sudah memasuki masa dimana banyak diantara nya sudah pension dari segala kegiatannya dan menikmati hari tuanya dengan bermain dengan cucunya,istirahat di rumah bahkan menikmati masa tuanya dengan liburan keliling dunia.


Hari ini 18 Juni 2013 sebuah klub asal Surabaya bernama Persebaya tepat berumur 86 tahun. Sebuah usia yang cukup panjang untuk ukuran klub sepakbola di Indonesia bahkan disbanding usia republik ini yang justru akan memasuki usia ke 68 tahun bulan Agustus nanti.

Memasuki usia ke 86 ini Persebaya mengalami masa krisis dalam semua aspek di dalamnya. Masa pasang surut sejarah Persebaya sudah banyak diulas dan semua bisa dilewati dengan kerja keras dan kerja cerdas. Dengan prestasi sebagai juara 5 kali di jaman Perserikatan dan 2 kali di jaman sepakbola professional Liga Indonesia , Persebaya mempunyai sejarah dan prestasi yang sangat hebat di masa lalu.

Ya , klub ini sudah lama tidak menikmati masa emas dengan meraih sebuah trophy sebuah kompetisi sejak terakhir meraihnya tahun 2004 saat ditangani oleh Jacksen F Tiago bekas bintangnya yang juga meraih gelar sebagai pemain tahun 1997. Kompetisi silih berganti musim,pemain keluar masuk begitu juga pelatih dan stafnya bahkan kepemilikan juga banyak berubah. Akan tetapi satu nama yang tetap adalah Persebaya yang dilahirkan atau didirikan 18 Juni 1927.

Dalam posisi sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa ada “dualisme” dalam klub ini satu menggunakan nama Persebaya DU yang berkompetisi di Liga Indonesia dan Persebaya 1927 yang berkompetisi di Liga Prima. Dan semua ini juga diakibatkan oleh dualismenya federasi sebelumnya. Tapi semua bisa dilihat dan diamati mana yang secara terang berada di hati masyarakat Surabaya sendiri.

Persebaya semakin tua , Persebaya semakin banyak masalah , Persebaya harus jatuh bangun belum lagi dihantam prahara. Saya yakin semua ini akan dilewatinya dengan penuh perjuangan.

Selamat Ulang Tahun Persebaya , semoga anak cucu kita nanti masih tetap bisa melihat dan menikmati klub bernama Persebaya.

Jagalah kesehatan mu, karena kamu semakin renta !! Persebaya Emosi Jiwaku

Monday, June 17, 2013

Persebaya dan Tiket Palsu







Minggu pagi 16 Juni 2013 cuaca Surabaya seperti hari-hari sebelumnya mendung gelap menggelayut diatas langit kota ini dan beberapa daerah diguyur hujan mulai pagi. Menginjak siang kencangnya angin mengusir gelapnya mendung di beberapa kawasan dan membuat saya dengan hawa sejuk berangkat menyusuri jalanan pinggiran Surabaya menuju Gelora Bung Tomo (GBT) untuk melakukan ibadah nonton Persebaya yang hari itu menjamu pimpinan klasemen IPL Perseman Manokwari sebuah klub bola asal Papua yang berhome base di Sleman DIY.


Jarak tempuh yang lumayan dari tempat tinggal di wilayah timur menuju stadion di wilayah barat saya tempuh lebih kurang satu jam. Memasuki daerah sememi sepertinya baru saja diguyur hujan melihat jalanan basah dan beberapa tempat terlihat genangan air. Terlihat sudah banyak rombongan bonek beriringan menuju GBT. Sesampainya di GBT langsung mencari tempat parker dan dengan segera menuju stadion mencari loket untuk membeli tiket masuk. Tiket seperti biasa hanya dijual di seputaran stadion setelah tiket box yang musim lalu ada dihapuskan oleh panpel dengan berbagai alasan.

Saya membeli 3 tiket ekonomi seharga 25 ribu rupiah per lembarnya di Gate 19 , dibelakang saya ada seorang teman membeli 2 lembar tiket. Setelahnya kita menuju gate 15 untuk masuk stadion dan disitu ada 4 portir berseragam dan beberapa petugas keamanan. Teman saya yang beli 2 tiket tadi berada di depan saya ditolak masuk oleh porter dengan alasan tiketnya palsu,padahal beli di loket. Giliran saya masuk herannya tiket saya ternyata asli dan sempat di cek juga oleh teman saya pertama ada beda warna sedikit yang kalau tidak teliti terlihat sama.

Dengan sedikit terheran saya berfikir, ada unsur kesengajaan disini kenapa di loket resmi ada tiket palsu. Saya langsung masuk stadion dan berkomunikasi dengan teman lain ternyata banyak yang menemukan dan mengalami seperti teman tadi. Loyalitas bonek dan kampanye panitia #notiketnogame dibayar panitia dengan cara seperti ini.

Jika di laga Persebaya v PSM pada tanggal 13 Juni 2013 ditemukan tiket tidak berpoporasi sebagai tanda sudah disahkan oleh dispenda setempat,maka kemarin tiket palsu beredar justru ada porporasinya. Ada apa ini dan kenapa bisa terjadi semoga dalam waktu dekat terungkap.

Perihal adanya kasus ini kemarin sekertaris panpel Ram Surahman berkata : "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saat tim ini sedang membutuhkan dana, justru ada orang yang dengan sengaja berbuat kejahatan dan merugikan klub. Kami akan usut tuntas kasus ini. Kami tak akan biarkan pelakunya berkeliaran dan melakukan hal serupa di kemudian hari,"

Disini saya tidak akan menulis tentang jalannya pertandingan yang berakhir 2 – 1 untuk Persebaya lewat gol Soller menit 1 dan Karlovic menit 81. Lebih tertarik tentang masalah lama yang selalu berulang dan tambah canggih yaitu ticketing.

Jauh sebelum panpel atau managemen mengkampanyekan no tiket no game,beberapa komunitas bonek telah mendahuluinya dengan itu bahwan ada juga “buying without watching” yang kurang lebih berarti banyak bonek luar kota/pulau bahkan dalam kota yang membeli tiket tanpa melihat ke stadion. Ini sebagai bentuk keprihatinan dan loyalitas bonek dalam mendukung dan membantu Persebaya dengan caranya.

Tapi apa yang terjadi kemarin sepertinya akan menjadi titik balik bagi gerakan bonek jika tidak ada perbaikan dari pihak panpel,bisa jadi laga home di putaran kedua nanti akan ada hal yang mungkin tidak akan diduga oleh Persebaya sendiri. Menarik dinantikan apa yang akan terjadi di putaran kedua.
Football without fans is NOTHING , Persebaya tanpa BONEK bukan apa-apa !!

sumber gbr : beritajatim

Monday, June 10, 2013

Koperasi Bonek sebuah langkah cerdas !







Undang Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dikatakan bahwa Kopersai adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.


Sementara itu dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum diamandemen) kata Koperasii disebut dan dicantumkan dalam penjelasan pasal 33. Namun setelah adanya amandemen, penjelasan atas pasal-pasal dari UUD 1945 dimasukkan dalam batang tubuh. Tetapi karena kesengajaan atau tidak kata Koperasi ini tidak ikut masuk. Ketinggalan atau ditinggalkan?

Pembuat  UU No. 25 Tahun 1992 itu (Presiden dan DPR) mungkin sudah lupa bahwa para founding father kita bercita-cita untuk menjadikan Koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian Indonesia.

Melihat keinginan besar bonek sebagai seporter setia Persebaya yang berkeinginan membantu dan merasa memiliki klub kebanggaan Persebaya maka beberapa personal bonek berinisiatif mendirikan sebuah koperasi yang nantinya beranggotakan bonek dan masyarakat umum yang mempunyai perhatian dan mencintai Persebaya.

Koperasi ini sudah ditentukan namanya yaitu Koperasi Bonek Suporter Abadi Persebaya (KBSAP). Sesuai namanya sebagai sebuah badan hukum Koperasi ini akan menjalankan fungsinya sesuai UU NOMOR 25 TAHUN1992 Bab III Ps 4 dan beranggotakan sesuai pasal V UU tersebut.

Disini akan saya rangkum beberapa twit dari akun koperasi tersebut yaitu di alamat @KoperasiBonek , koperasi ini bukan koperasi simpan pinjam, koperasi ini adalah koperasi sukarela . Koperasi ini juga bersifat tebuka dan mandiri yang bertujuan menggalang dana abadi bonek dan masyarakat umum yang mencintai dan perhatian ke Persebaya. Koperasi ini beranggotakan individu, bukan kelompok, elemen atau Komunitas. Setiap anggota Koperasi punya kedudukan yang sama dan setara, one man one vote, Satu orang satu suara. Jadi seluruh kebijakan dan keputusan Koperasi sendiri akan ditentukan oleh semua anggotanya. Koperasi ini sendiri diluar dari manajemen Persebaya.

Partisipasi suporter dalam pengelolaan klub sebenarnya diakui oleh dunia persepakbolaan dalam hal ini FIFA. Hal ini dibuktikan oleh keterlibatan para Suporter di Spanyol. Ada sejumlah klub yang berbadan hukum koperasi. Diantaranya, Barcelona, Real Madrid, Athletic Bilbao, dan FC Osasuna. Koperasi ini juga bertujuan untuk mewujudkan cita – cita bonek untuk lebih terlibat dalam pengelolaan klub Persebaya di masa mendatang.

Beberapa syarat untuk menjadi anggota Koperasi Bonek Suporter Abadi Persebaya adalah :

1.      Usia minimal 18 tahun sewaktu mendaftar.
2.      Membayar setoran pokok sebesar Rp. 100.000,-
3.      Membayar sertifikat modal Koperasi sebesar Rp. 50.000,- (tidak dibatasi jumlah kepemilikannya)
4.      Membayar setoran wajib tiap 3 bulan sekali sebesar Rp. 50.000,-
5.      Dan foto copy identitas diri.

Ada beberapa kontak personil yang bisa dihubungi apabila ingin lebih jelas mereka adalah :
1.      Syaiful Antoni : 082322291927
2.      Conk Husein : 031.33201927
3.      Anom Rawk :085733331927
4.      Yusuf : 082111111927
5.      Andie Peci : 085233331927

Semoga awal yang baik ini akan terus menjadi sebuah langkah yang menjanjikan buat bonek untuk lebih bermanfaat bagi klub,semangat dan kesolidan bonek akan menjadikan semua ini menjadi lebih mudah dan lancer. Setelah ada kerjasama antara bonek dengan Bank Bukopin sekarang bonek melangkah lagi membentuk Koperasi sebuah langkah yang menurut saya adalah brilian dan cerdas.

Bung Hatta pernah berkata : “bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang Koperasi”

Salam Satu Nyali !! wani !!





*sumber gambar : @KoperasiBonek

Wednesday, June 5, 2013

Kartu ATM Persebaya


"This is one small step for a man, one giant leap for mankind." - Neil Armstrong

Setelah beberapa waktu lalu Persebaya bekerjasama dengan salah satu TV swasta ,hari ini 5 Juni 2013 bisa jadi merupakan awal sejarah baru khususnya bagi klub Persebaya melangkah lebih maju. Bekerjasama dengan sebuah bank swasta Bukopin ,komunitas seporter Persebaya Bonek menjalin kerjasama dengan bank tersebut untuk menerbitkan kartu ATM edisi Persebaya. Belum diketahui secara pasti detail kerjasama tersebut, akan tetapi ini sudah merupakan langkah maju untuk menjadi bagian Persebaya itu sendiri dan bonek khususnya.

Ditengah krisis manajemen Persebaya dan berbagai kesulitan pembayaran gaji pemain yang dibuktikan dengan cuma tersisa 19 pemain dari awalnya 30 pemain. Berbagai ide dari bonek dan aksi juga telah dilakukan oleh bonek dalam upaya menyelamatkan persebaya yang ramai dengan hestek #saveourpersebaya di media social , masih belum cukup untuk membuat manajemen membuka mata akan hal tersebut.

“Sepakbola memang multi kompleks.Sulit untuk memenagenya sekarang ini,apalagi di Indonesia sudah diluar logika” Alexander Wenas pendiri Niac Mitra

Memang semua serba komplek seperti kalimat diatas akan tetapi setidaknya ada langkah yang sudah diambil oleh bonek dalam membantu klub kebanggaan mereka Persebaya. Jika di Makasar para pemain mogok dan seporter bergerak mengumpulkan dana buat klub,di Solo dan Sleman bahkan seporter yang membayar kontrak dan gaji sebagian pemain dari klub kebanggaan mereka. Bonek sendiri saat ini sedang merintis berdirinya sebuah badan hokum berupa Koperasi yang beranggotakan para bonek sendiri yang saat ini sedang digagas dan dirumuskan teman-teman bonek.

Kerjasama dengan Bank Bukopin ini sangat patut dapat apresiasi secara besar dari kita semua semoga ini menjadikan bonek juga semakin solid dan mempunyai posisi terhadap manajemen klub bahwa bonek tidak hanya sebagai sapi perahan untuk membeli tiket saja tanpa ada hal lain yang saling menghormati. Langkah berikutnya adalah pengawasan secara ketat kerjasama dan penggunaan kartu ini agar tidak diselewengkan pihak yang secara sengaja memanfaatkan momen ini untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Terima kasih bonek terima kasih Bank Bukopin , seperti kata Neil Armstrong diatas ini hanyalah sebuah langkah kecil tapi patut dilanjutkan untuk melangkah yang lebih besar bagi klub kebanggaan Persebaya dan langkah Bonek sendiri untuk semakin dewasa dalam memberikan dukungannya.

SALAM SATU NYALI !!