Monday, June 17, 2013

Persebaya dan Tiket Palsu







Minggu pagi 16 Juni 2013 cuaca Surabaya seperti hari-hari sebelumnya mendung gelap menggelayut diatas langit kota ini dan beberapa daerah diguyur hujan mulai pagi. Menginjak siang kencangnya angin mengusir gelapnya mendung di beberapa kawasan dan membuat saya dengan hawa sejuk berangkat menyusuri jalanan pinggiran Surabaya menuju Gelora Bung Tomo (GBT) untuk melakukan ibadah nonton Persebaya yang hari itu menjamu pimpinan klasemen IPL Perseman Manokwari sebuah klub bola asal Papua yang berhome base di Sleman DIY.


Jarak tempuh yang lumayan dari tempat tinggal di wilayah timur menuju stadion di wilayah barat saya tempuh lebih kurang satu jam. Memasuki daerah sememi sepertinya baru saja diguyur hujan melihat jalanan basah dan beberapa tempat terlihat genangan air. Terlihat sudah banyak rombongan bonek beriringan menuju GBT. Sesampainya di GBT langsung mencari tempat parker dan dengan segera menuju stadion mencari loket untuk membeli tiket masuk. Tiket seperti biasa hanya dijual di seputaran stadion setelah tiket box yang musim lalu ada dihapuskan oleh panpel dengan berbagai alasan.

Saya membeli 3 tiket ekonomi seharga 25 ribu rupiah per lembarnya di Gate 19 , dibelakang saya ada seorang teman membeli 2 lembar tiket. Setelahnya kita menuju gate 15 untuk masuk stadion dan disitu ada 4 portir berseragam dan beberapa petugas keamanan. Teman saya yang beli 2 tiket tadi berada di depan saya ditolak masuk oleh porter dengan alasan tiketnya palsu,padahal beli di loket. Giliran saya masuk herannya tiket saya ternyata asli dan sempat di cek juga oleh teman saya pertama ada beda warna sedikit yang kalau tidak teliti terlihat sama.

Dengan sedikit terheran saya berfikir, ada unsur kesengajaan disini kenapa di loket resmi ada tiket palsu. Saya langsung masuk stadion dan berkomunikasi dengan teman lain ternyata banyak yang menemukan dan mengalami seperti teman tadi. Loyalitas bonek dan kampanye panitia #notiketnogame dibayar panitia dengan cara seperti ini.

Jika di laga Persebaya v PSM pada tanggal 13 Juni 2013 ditemukan tiket tidak berpoporasi sebagai tanda sudah disahkan oleh dispenda setempat,maka kemarin tiket palsu beredar justru ada porporasinya. Ada apa ini dan kenapa bisa terjadi semoga dalam waktu dekat terungkap.

Perihal adanya kasus ini kemarin sekertaris panpel Ram Surahman berkata : "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saat tim ini sedang membutuhkan dana, justru ada orang yang dengan sengaja berbuat kejahatan dan merugikan klub. Kami akan usut tuntas kasus ini. Kami tak akan biarkan pelakunya berkeliaran dan melakukan hal serupa di kemudian hari,"

Disini saya tidak akan menulis tentang jalannya pertandingan yang berakhir 2 – 1 untuk Persebaya lewat gol Soller menit 1 dan Karlovic menit 81. Lebih tertarik tentang masalah lama yang selalu berulang dan tambah canggih yaitu ticketing.

Jauh sebelum panpel atau managemen mengkampanyekan no tiket no game,beberapa komunitas bonek telah mendahuluinya dengan itu bahwan ada juga “buying without watching” yang kurang lebih berarti banyak bonek luar kota/pulau bahkan dalam kota yang membeli tiket tanpa melihat ke stadion. Ini sebagai bentuk keprihatinan dan loyalitas bonek dalam mendukung dan membantu Persebaya dengan caranya.

Tapi apa yang terjadi kemarin sepertinya akan menjadi titik balik bagi gerakan bonek jika tidak ada perbaikan dari pihak panpel,bisa jadi laga home di putaran kedua nanti akan ada hal yang mungkin tidak akan diduga oleh Persebaya sendiri. Menarik dinantikan apa yang akan terjadi di putaran kedua.
Football without fans is NOTHING , Persebaya tanpa BONEK bukan apa-apa !!

sumber gbr : beritajatim

No comments:

Post a Comment